Home DOTA 2 THE INTERNATIONAL 2019 DAN MOMENT TERBAIKNYA

THE INTERNATIONAL 2019 DAN MOMENT TERBAIKNYA

144
0
DOTA2 - THE INTERNATIONAL 2019

GAMEZOLA – The International Dota 2 menjadi salah satu turnamen esports global elite yang paling banyak ditonton. Semua itu tidak terlepas dari program crowdfunding yang bernama “Battle Pass”, dari situ, The International berhasil menjadi turnamen esports dengan hadiah terbesar selama tujuh tahun berturut-turut.

Seperti tahun tahun sebelumnya, hampir setiap tahun, Valve hanya menyediakan dana hadiah sebesar US$1,6 juta, sehingga selebihnya, hadiah dengan jumlah angka yang fantastis itu akan disumbangkan oleh para pemain yang membeli Battle Pass, dan dari sana akan ada 25 persen hasil dari pembeliannya dialokasikan ke dalam hadiah turnamen.

Dengan Jumlah hadiah fantastis itu, hampir setiap tahunnya selalu dibayarkan dengan aksi-aksi spektakuler dari para pemain top kelas dunia. Mereka berlomba-lomba menunjukkan kebolehannya. Memang sih setiap tahunnya, The International selalu diwarnai sejumlah momen menakjubkan yang tidak akan terlupakan, dan The International 2019 juga tak terkecuali.

Berikut ini kami rangkum beberapa moment terbaik dari The International 2019.

Capitalist The Caster

Tugas caster dalam sebuah turnamen sangatlah krusial. Seorang caster wajib menciptakan suasana antusias yang akhirnya menambah serunya situasi sepanjang pertandingan. Dan ketika terjadi duel yang berlangsung sengit dan menegangkan, tidak jarang bagi para caster-caster dunia terbawa suasana hingga berteriak. Dan kali ini juga terjadi pada pertandingan antara Mineski dan Secret.

Kali ini momen unik dipertontonkan oleh salah satu caster Dota 2 terbaik, Capitalist.

Capitaslist yang memandu jalannya pertandingan terbawa suasana saat pertandingan mencapai intensitas puncak, sehingga secara tidak sadar dia melempar botol air yang ia pegang sambil berteriak cukup antusias menceritakan aksi para pro player yang tengah melakukan rally duel.

Fountain Farming

Fountain menjadi tempat paling aman untuk bersembunyi dari serangan musuh dalam permainan Dota2. Di sana pula, para hero akan mendapatkan regenerasi health dan mana dengan cepat. Selain sebagai tempat regenerasi, fountain juga didesign untuk menyerang hero lawan yang masuk ke area wilayahnya, hal ini menjadi pengetahuan umum para pemain Dota2 pastinya.

Namun pada International 2019, jelas hal itu tidak berlaku dalam pertandingan lower bracket antara Newbee dan OG. Permainan apik yang dibawakan Topson yang menggunakan Bristleback bersama dengan Ana yang menggunakan Io bahkan berhasil menginvasi fountain team Newbee dan akhirya membantai lawannya satu per satu.

Hal ini dapat terjadi karena skill regeneration dari Io dan physical resistance yang besar dari BristleBack. Moment tersebut menjadi salah satu moment paling apik yang dikenal dengan fountain farming.

Diffusal Blade seharga US$15 juta

Memasuki game keempat grand final The International 2019, Tim Liquid menolak untuk mem-ban IO yang memiliki 100% winrate di tangan OG.

Disaat itu mungkin Tim Liquid menyadari jika Hero seperti IO membutuhkan waktu yang cukup lama untuk farming sebelun akhirnya menjadi tombak tajam bagi timnnya. Hal tersebut membuat mereka memutuskan untuk menekan OG sejak awal pertandingan dengan Bristleback yang digunakan Amer “Miracle-” Al-Barkawi.

Dan memang rencana Tim Liquid berjalan cukup sempurna sampai midlaner OG, “Topson”, punya rencana lain. Topson menyadari jika kedua core Liquid, baik Bristleback maupun Windranger, merupakan Hero yang sangat bergantung pada kapasitas Mana yang banyak untuk melancarkan serangan.

Topson membuat meta baru dengan menggunakan item “Diffusal Blade” (item yang membuat normal hit memiliki efek pengurangan Mana) yang jika dikaji ulang, item tersebut sebenarnya sangat tidak cocok dengan Hero seperti Gyrocopter.

Namun ternyata, berkat item tersebut, damage dealer utama Liquid akhirnya harus kehilangan semua Mana mereka. Dan hal tersebut jelas dimanfaatkan OG untuk langsung membalikan keadaan. Dimulai dengan menyerang base Liquid hingga mereka berhasil menyegel gelar The International kedua.

Momen tersebut dikenal para fans Dota2 dengan sebutan “US$15 million Diffusal Blade

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here