Home BERITA Review OCTOPATH TRAVELER, TIDAK ADA YANG SEMPURNA

Review OCTOPATH TRAVELER, TIDAK ADA YANG SEMPURNA

308
0

Belakangan ini jagat dunia gaming sedang ramai diberitakan bahwa salah satu game andalan Square Enix yaitu Octopath Traveler akan dirilis ke versi PC dalam waktu dengan melalui platform Steam.

Kabar ini awalnya bermula dari ketidaksegajaan dari pihak Square Enix memposting tanggal rilis dari Octopath Traveler versi PC di platform Steam.

Namun akhirnya pihak developer secara resmi mengkonfirmasikan kehadiran game JRPG dari Bravely Default yang awalnya merupakan game eksklusif Nintendo Switch ini ke versi PC.

Seperti yang sudah dilaporkan pada artikel sebelumnya bahwa game ini akan dirilis pada tanggal 7 Juni 2019 di platform Steam.

Lantas game seperti apakah Octopath Traveler itu ? Kali ini Gamezola akan mengupas tuntas game Octopath Traveler ini, yuk langsung saja

Unik dan berbeda mungkin adalah kesan pertama yang akan sahabat rasakan ketika mencoba memainkan game ini, sebuah pendekatan yang meleburkan cita rasa klasik lewat pendekatan visual dan gameplaynya namun tetap menawarkan kesan yang modern yang memukau.

Ketika game ini hadir pertama kali beragam pujian hadir untuk kualitas visualisasi game ini yang membuat cita rasa klasik gamer terpenuhi beserta dengan plot cerita yang menarik.

Berbeda pada kebanyakan game JPRG pada biasanya yang berisikan satu cerita linear yang akhirnya menjadi sebuah motivasi daripada para karakter untuk berkumpul menumpas kejahatan, Octopath Traveler memilih menggunakan 8 karakter sebagai pemain utamanya, yang dimana ke-8 karakter ini akan memiliki jalan cerita yang berbeda-beda pula.

Ke-8 karakter ini yaitu :
1. H’aanit – Sang Pemburu yang berusaha menyelamatkan sang mentor dari kutukan yang membuatnya menjadi batu.
2. Alfyn – Seorang Peracik obat yang hendak menemukan ramuan obat terbaik.
3. Primrose – Seorang Penghibur dari keluarga penting yang kini hidup hanya untuk balas dendam.
4. Cyrus – Ahli Magis yang berusaha mencari dan menemukan kembali buku terlarang.
5. Ophilia – Seseorang yang sedang melakukan ziarah untuk menggantikan suadara yang dia cintai.
6. Tressa – Seseorang yang berusaha untuk menjadi merchant terbaik diseluruh dunia.
7. Olberic – Mantan Veteran perang yang terus dihantui oleh masa lalu.
8. Therion – Seorang Pencuri yang mencari jalan penebusan dengan membantu salah satu keluarga untuk menemukan artifak penting mereka.

Pemain akan menjadi salah satu dari ke-8 karakter ini yang kemudian akan berpetualang dan bebas bergerak untuk merekrut karakter yang lainnya untuk menjadi teman seperjalanan.

Seperti yang sudah dikatakan diatas bahwa ke-8 karakter ini memiliki jalan ceritanya masing-masing sehingga mereka berkumpul bukan karena satu tujuan yang sama ala game JRPG umumnya, namun mereka memutuskan untuk berkumpul dikarenakan kehadiran yang lain akan mempermudah perjalanan mereka contohnya seperti ketika terjadi konflik, maka pemain tidak akan menghadapi musuh sendirian melainkan bersama-sama dengan karakter lainnya sehingga akan lebih mudah.

Untuk setiap karakter masing-masing ceritanya akan terbagi dalam 4 chapter berbeda dan ketika pemain berhasil menyelesaikan semuanya maka pemain akan menemukan sebuah clue soal cerita dunia dan ancaman sesungguhnya untuk dunia Octopath Traveler itu sendiri.

Clue tersebut berupa kepingan informasi terkait dengan sebuah makhluk berbahaya yang akan menjadi akhir dunia dan kemudian berhasil dikunci oleh 12 dewa yang lain. Semua informasi tersebut terkubur didalam “Gate of Finis”.

Akan tetapi pemain tidak harus menyelesaikan clue terakhir tersebut jika memang tidak ingin, namun tentu saja akan terasa sangat gantung jika tidak menyelesaikan sampai akhir, dan inilah yang menurut Gamezola membuat game ini berbeda daripada yang lain.

Sekilas pandang mungkin sahabat akan mengira bahwa game ini adalah sebuah game JRPG klasik yang terlambat beberapa generasi karena visual pixelated yang sangat kentara, namun justru jika diselami lebih dalam lagi maka sahabat akan menemukan hal yang membuatnya berbeda daripada kebanyakan JPRG pada umumnya. Hal itulah yang lantas membuat developer yakin untuk merilisnya di platform Nintendo Switch dan ternyata hasilnya sangat baik dan game ini juga sangat diminati oleh banyak gamers didunia.

Dunia yang ditawari pada game ini bekerja dalam format 2.5D, sensasi modern yang mengalir dari visualisasi seperti ini tentu saja mengakar pada beragam efek visual yang menyertainya.

Dimulai dari efek partikel dari setiap serangan yang terlihat fantastis, penerapan efek depth of field yang semakin membuat beberapa scene terlihat sangat memukau, pemain akan merasakan bahwa game ini memang dibuat sesuai dengan minat generasi masa kini.

Bukan hanya dari segi gameplay yang luar biasa saja namun ternyata Ost yang dibawa juga sangat enak untuk didengar, terasa sangat sesuai dengan latar kota yang akan pemain lewati.

Akan tetapi seperti judul artikel ini bahwa tidak ada yang sempurna, maka game ini tidak terlepas dari hal tersebut juga dikarenakan menurut beberapa kritikus game ini akan terasa seperti membuang-buang waktu karena cerita yang ada pada masing-masing karakter tidak berhubungan sehingga terkesan seperti perkumpulan orang asing yang sekedar bosan dan ingin membantu orang lain menyelesaikan masalah mereka.

Dari total 32 Chapter yang tersedia, menurut mereka hanya cerita dari 2 karakter yang lebih layak diapresiasi yaitu cerita Primrose dan Cyrus sedangkan untuk yang ke-6 lainnya kurang menarik.

Octopath Traveler seakan kehilangan salah satu bumbu penting yang biasanya ada pada game JRPG pada umumnya yaitu sebuah pendorong untuk cerita yang akan terus bergerak dan mengikat pemain, terlepas dari fakta bahwa pemain mungkin tidak akan menyukai karakter lainnya.

Terlepas dari kekurangannya game ini menawarkan proses grinding terutama untuk EXP, dimana pemain akan dapat menyelesaikan chapter yang lebih susah meskipun level pemain lebih rendah dibandingkan dengan level rekomendasi untuk menyelesaikan chapter tersebut.

Hal ini tentu saja sangat bagus, namun bukan berarti chapter yang diselesaikan akan menjadi sangat mudah, jika pemain memiliki level yang lebih rendah daripada level rekomendasi tentu saja tingkat penyelesaian chapternya akan menjadi lebih sulit.

Kesimpulannya adalah Octopath Traveler merupakan game JRPG yang sangat bagus karena sudah berhasil mengembalikan cita rasa JRPG klasik namun tetap modern ditambah lagi dengan Ost yang sangat enak untuk didengar, game ini akhirnya berujung menjadi game yang punya daya tarik yang menantang dengan kualitas diatas rata-rata.

Disamping itu juga karena kelemahan yang dibawanya game ini lebih terasa seperti proyek yang kurang sebuah bumbu penting yang akan membuatnya menjadi sempurna.

Kelebihan :

  • Kualitas visual yang unik
  • Soundtrack/Ost yang enak didengar
  • Tingkat kesulitan yang menantang
  • Sistem battle yang punya elemen strategi

Kelemahan :

  • Cerita yang terasa tidak nyambung
  • Perkumpulan karakter yang terasa sangat asing
  • Terkesan seperti membuang banyak waktu

Nah, apakah sahabat Gamerszola tertarik untuk mencoba game yang satu ini ? Bagi pengguna PC tentu saja harus sedikit bersabar untuk mencobanya

Yuk berikan tanggapan sahabat untuk review ini pada kolom Comment.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here