Home GUIDE DAN ULASAN GAME Review METRO EXODUS, Mahakarya 4A Games

Review METRO EXODUS, Mahakarya 4A Games

270
0

Jika berbicara mengenai game yang ditunggu kehadirannya di 2019, maka perhatian para pecinta gaming ada pada game besutan dari 4A Games yang berjudul Metro Exodus.

Butuh waktu sekitar 5 tahun lamanya bagi 4A Games sebagai developer untuk berkerja keras menghasilkan sebuah mahakarya mereka yaitu Metro Exodus.

Kerja keras tersebut berbuah manis, game yang resmi dirilis pada tanggal 15 Februari 2019 lalu ini berhasil memenuhi ekspetasi tinggi dari para pecinta gaming dunia.

Seperti yang sudah diketahui bahwa game ini diadaptasi berdasarkan novel karya Dmitry Glukhovksy dan juga lanjutan cerita dari Metro 2033 dan Metro : Last Light.

Sebelumnya juga diberitakan bahwa sang developer yaitu 4A Games menjadi sasaran kemarahan para pecinta gaming dunia karena dikatakan salah langkah dalam mengambil kebijakan bisnis di beberapa minggu sebelum perilisannya.

Awalnya Metro Exodus ingin dipublikasikan melalui Steam, namun 4A Games kemudian mengganti kebijakan dengan menunjuk Koch Media dan Deep Silver dari Epic Games Store sebagai media publishing game ini.

Langkah ini dinilai salah oleh sebagian pecinta gaming karena alih-alih memanfaatkan user masif dari Steam yang sudah menempuh angka ratusan juta, 4A Games lebih memilih Epic Games Store dengan pembagian hasil yang lebih menguntungkan.

Namun hal yang sudah terjadi maka tidak bisa diubah lagi, untungnya game ini mendapatkan respon yang sangat positif dari pecinta gaming dunia.

Beragam inovasi peningkatan serta perubahan yang diterapkan dalam Metro Exodus ini membuat pemain yang memainkannya merasa takjub. Jika pemain menggunakan teknologi kartu grafis NVIDIA RTX dan menyalakan fitur Ray-Tracing yang ada, maka grafik yang disuguhkan akan sangat realistis dan fantastis.

Perubahan paling signifikan yang disambut baik oleh para pecinta gaming dunia adalah kesempatan untuk menjelajahi dunia dan Iore Metro yang mengambil konsep semi-open world.

Setelah selalu terikat pada kota Moscow dan semua jaringan terowongan bawah tanah yang gelap dan mencekam, kini akhirnya Metro Exodus diupgrade menjadi semi-open world sehingga pemain dapat menjelajahi dunia Metro yang sesungguhnya.

Seperti yang sudah disinggung diatas bahwa game ini merupakan sekuel lanjutan dari apa yang terjadi di akhir dari Metro : Last Light dimana sang karakter utama yaitu Artyom tewas, namun ternyata di seri ketiga ini Artyom kembali muncul setelah berhasil selamat dari konflik di seri sebelumnya.

Di Metro Exodus, setelah apa yang terjadi di seri sebelumnya Artyom kembali melanjutkan petualangannya dan bertekad untuk membuktikan bahwa penduduk di Moscow satu-satunya yang selamat pasca bencana post-apocalyptic yang terjadi.

Artyom akan melakukan ekspedisi bersama dengan istrinya-Anna, pembuktian yang ingin dilakukan Artyom kemudian menemukan sebuah titik terang dimana mereka menemukan sebuah kereta api aktif yang sempat memuat tawanan dari luar kota Moscow di dalamnya.

4A Games sebagai developer utama berhasil menyulap 4A Engine yang telah dipakai sejak Metro 2033 ini dengan sangat apik, sehingga grafik yang ditawarkan pada Metro Exodus tidak main-main dengan aspek visual yang sangat manis tanpa cacat dan pemain akan merasa menjadi Artyom sesungguhnya.

Dimulai dari genangan air, cuaca dan efek lainnya dibuat dengan sangat realitis sehingga memang Metro Exodus ini patut disebut sebagai mahakarya yang fantastis.

Dengan peningkatan yang luar biasa ini, tetap saja Metro Exodus tidak menghilangkan konsep FPS yang sudah dibawanya sejak seri pertama, Bahkan 4A Games seolah sangat mengerti kemauan dari pecinta gaming dunia dengan meningkatkan tingkat kesulitan dari game ini.

Jika di seri sebelumnya Artyom dapat bergerak secara terus menerus, di seri ketiga ini sebaliknya karena konsep realistis yang dibawa maka karakter yang ada juga terpengaruh dengan hal tersebut, Artyom akan menjadi letih ketika dipaksa untuk berlari secara terus menerus, dan tak hanya itu Resource dan Ammo yang tersedia untuk seri ketiga ini terbatas sehingga pemain diharuskan bijak dalam menggunakan peluru.

Lalu jika Resourece dan Ammo terbatas maka tidak akan perang tembakan yang seru lagi dong ? tentu ada, sebagai gantinya Artyom dapat melakukan crafting untuk membuat ammo. Tapi ada 1 hal lagi yang menarik yaitu jumlah Supply dan Ammo yang bisa dibawa Artyom juga terbatas, artinya selayaknya manusia sungguhan maka ada batasan tenaga kita untuk mengambil banyak barang.

Flesibilitas yang ditawarkan ini memaksa pemain untuk bisa menyelesaikan misi yang diberikan dengan menggunakan taktiknya sendiri. Seperti contohnya pemain dapat melakukan eksplorasi terlebih dahulu sebelum menjalankan misi sehingga dapat memperoleh Resource dan Ammo yang dibutuhkan.

Gas Mask yang menjadi ciri utama Artyom ini juga dapat rusak sehingga pemain benar-benar harus mencari Resource yang pas untuk memperbaiki Gas Mask yang digunakannya untuk mencegah radiasi. Senjata yang digunakan juga dapat mengalami overheat ataupun jammed sehingga pemain diharuskan untuk membersihkannya secara rutin.

Sangat menarik bukan ? Akan tetapi seperti pepatah yang mengatakan bahwa “tidak ada yang sempurna” maka hal tersebut juga berlaku di Metro Exodus ini, masih banyak sekali bug yang muncul ketika memainkan game ini.

Seperti bug subtitle yang menjadi freeze tiba-tiba terasa sangat mengganggu karena pemain akan merasa kurang greget. Karakter Artyom pun tetap menjadi seorang protagonis yang bisu, tidak berbicara sama sekali.

Namun terlepas dari kekurangan yang dimilikinya game ini tetap sudah memenuhi ekspetasi dari pecinta gaming dunia dengan gameplay yang sangat realistisnya. 4A Games benar-benar sudah bekerja kerja untuk mengembangkan game ini sehingga mereka layak diberikan apresiasi yang tinggi.

Selama 5 tahun lamanya Metro Exodus ini dikembangkan hingga akhirnya sebuah mahakarya yang pantas diancungi jempol, kesan survival sangat kental pada game ini sehingga game ini bisa disebut sebagai game FPS single player yang pernah ada.

Apakah sahabat Gamerszola tertarik untuk mencoba game ini? Berikan tanggapan sahabat dikolom Comment.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here