Home GUIDE DAN ULASAN GAME Review DYNASTY WARRIORS 9, Edisi yang Gagal

Review DYNASTY WARRIORS 9, Edisi yang Gagal

183
0

Siapa yang tidak ingat dengan game Dynasty Warrios? Gamezola sangat yakin jika hampir semua dari pemain gaming pernah memainkan game yang sempat fenomenal di jaman PS2 ini

Hingga terakhir ini dirilis pada PS4, game ini sudah sangat sukses dan merupakan game yang memperkenalkan “Musou” di dunia gaming.

Tahun 2018 lalu, game besutan daru KOEI TECMO kembali lagi dengan edisi terbaru yaitu Dynasty Warriors 9. Pada edisi yang ke-9 ini ada perubahan yang dilakukan oleh KOEI yaitu dengan menghadirkan konsep Open World.

Ketika Dynasty Warriors 9 pertama kali diumumkan akan menjadi Open World banyak sekali penggemar yang sangat antusias dengan hal tersebut, karena seperti yang diketahui bahwa pemain game ini mencoba hal baru, daripada hanya menyelesaikan stage dengan wilayah jelajah yang cukup terbatas.

Di edisi ke-9 ini tetap akan mempertahankan daya tarik seperti di edisi-edisi yang sebelumnya, yaitu membuat pemain tampil seperti pahlawan pada suatu pertempuran besar yang siap menghabisi ratusan musuh atau mungkin ribuan musuh untuk mencapai kemenangan.

Tidak banyak berbeda, kisah pada Dynasty Warrios 9 tetap akan mempertahankan elemen cerita yang diambil dari legenda Tiga Kerajaan dari Tiongkok di masa lalu.

Gameplay dari game ini memiliki perbedaan yang cukup berbeda yaitu pada edisi terbaru memiliki berbagai Key Mission dan Link Mission untuk diselesaikan.

Alur cerita yang dibawa pada edisi ke-9 ini lebih menegangkan dibandingkan dengan edisi sebelumnya karena membawa konflik dari berbagai sudut pandang. Ketika pemain meyelesaikan Key Mission, maka cerita akan berlanjut hingga akhir dari era tersebut yang dilihat pada sudut pandang karakter tertentu.

Pada edisi terdahulu banyak sekali penggemar yang mengeluhkan fitur pada tipe senjata yang berdasarkan pada batu-gunting-kertas, jika senjata yang dimiliki tipe batu maka akan kalah dengan senjata tipe kertas. Mendengar keluhan tersebut, KOEI kemudian menghilangkan fitur tersebut pada edisi ke-9.

Dynasty Warrios 9 menggantinya dengan memungkinkan pemain untuk dapat mengkustomisasi sendiri senjata yang dimiliki dengan lebih dari satu elemen.

Selain itu pemain juga masih tetap dapat melancarkan serangan combo ala Dynasty Warrios dengan menekan tombol R1, fitur QTE juga masih tetap ada pada edisi terbaru ini yang membantu sekali dalam pertempuran.

Karena sudah memakai konsep Open World, maka tentu saja pemain dapat melakukan berbagai hal yang tidak dapat dilakukan pada edisi sebelumnya seperti berburu binatang, memancing, crafting senjata dan item.

Grafis yang ditawarkan sangat bagus, seperti pergantian hari dan cuaca yang sangat real dan peta daratan Tiongkok yang sangat menawan.

Tentu saja, ketika membicarakan Dynasty Warriors maka tidak lengkap jika tidak membahas tentang karakternya. Di edisi terbaru ini pemain dapat memainkan sebanyak 83 karakter dan bukan merupakan jumlah yang biasa, namun sangat banyak yang langsung disambut meriah oleh para pecinta game ini.

Belum lagi dengan visual dari karakter perempuan yang sangat anggun dan cantik, baju/armor dan senjata yang digunakan juga sangat menarik dan grafis yang ditawarkan juga sangat bagus.

Karakter yang ada juga dibuat dengan karakteristik masing-masing tokoh, contohnya karakter Cao-Cao yang digambarkan memiliki kharisma dan pride yang sangat tinggi sesuai dengan cerita Tiga Kerajaan dulu.

Lalu, jika dengan grafis serta karakter yang menawan seperti yang diceritakan diatas, mengapa game Dynasty Warriors 9 ini disebut edisi yang gagal?, yuk simak pembahasan dibawah.

Mengingat ini adalah edisi pertama game Dynasty Warriors yang bertema Open World maka sudah pasti mempunyai banyak kekurangan, meskipun KOEI sudah bekerja dengan sangat keras. Banyak sekali kesalahan fatal yang ada pada game ini, sehingga disebut-sebut sebagai edisi yang gagal.

Memang grafis yang ditawarkan sangatlah fantastis, penggambaran wilayah daratan Tiongkok yang sangat luas dan dapat dijelajahi dengan ada beberapa kota klasik, outpost, hingga adanya beberapa wilayah yang memiliki bahan crafting, namun mungkin dikarenakan terlalu luas sehingga berbagai area yang luas terkesan kosong dan tidak berpenghuni.

Kurangnya populasi seperti binatang, pepohonan semakin membuat edisi ke-9 ini terkesan dibuat dengan setengah hati. Dan ketika ada pemain yang ingin mendengarkan kisah dalam act scene-nya maka jangan gunakan voice acts dalam bahasa Inggris, namun gunakannlah bahasa Jepang atau Mandarin untuk sensasi yang lebih real.

Hal ini dikarenakan voice acts dalam bahasa Inggris di game ini sangat dibawah standar, terasa sangat kaku seperti membaca script. Hal yang menjadi sisi positif hanyalah penggambaran grafis karakter dengan combo serangan yang keren.

Bahkan parahnya lagi jika pada edisi sebelumnya tingkat kesulitan Normal cukup susah untuk ditaklukkan, maka pada edisi ke-9 ini terasa sangat mudah sekali untuk menang dan pemain tidak perlu capek-capek untuk menyelesaikan Link Mission agar musuh menjadi lemah. Dengan perbedaan level yang mencapai 15-20 pemain masih bisa menang dengan mudah.

Tersedianya fitur grappling hook juga sangat tidak berguna, karena dengan adanya fitur ini pemain tidak perlu lagi bersusah payah bertarung habis-habisan untuk membuka pintu kastil jika bisa menyusupnya dari belakang, dan hal ini seolah menghilangkan sensasi yang biasanya dari Dynasty Warriors, bahkan musuh pun tidak se-agresif edisi sebelumnya. Mereka bahkan tidak akan menggangu usaha pemain ketika memasuki kastil dengan grappling hook.

Di edisi terdahulu jika pemain menggunakan tangga untuk masuk ke kastil yang pintunya tidak terbuka maka musuh akan mengganggu pemain dengan menembakkan panah maupun melempar batu, nyatanya dalam edisi ke-9 malah dihilangkan.

Reward yang dibagikan ketika menjalankan misi juga tidak besar sehingga terkesan sangat sia-sia sekali menyelesaikannya. Untuk bahan crafting mungkin ekspektasi pecinta game ini adalah pergi menjelajahi dunia Dynasty Warriors ini dan menemukan bahannya, namun ternyata bahan yang dikategorikan langka tidak benar-benar langka pada edisi ke-9, karena hanya dengan menyelesaikan misi utama maka bahan tersebut sudah bisa didapatkan.

Banyak sekali hal yang masih harus dipelajari oleh KOEI TECMO untuk membuat game Open-World seperti ini, karena mungkin ekspektasi yang ingin ditampilkan oleh pihak developer tidak sesuai dengan yang pemain inginkan, sehingga edisi ke-9 ini tak jarang disebut gagal.

Dari semua yang ditawarkan pada game ini, dapat dikatakan bahwa game ini kurang berhasil untuk memikat hati pecinta game Dynasty Warriors. Mengganti konsep justru menjadi bumerang sendiri ke pihak KOEI TECMO.

Berikut Gamezola rangkum kelebihan serta kekurangan pada game ini :

Kelebihan

  • Detail desain karakter yang sangat menawan, terutama karakter wanita
  • Sistem serangan combo yang keren
  • Dunia yang benar-benar luas
  • OST yang masih sangat enak didengar dan keren

Kekurangan

  • Konsep Open-World yang terasa dibuat setengah hati
  • Voice Acts yang buruk (Bahasa Inggris)
  • Dunia terasa kosong
  • Tingkat kesulitan yang terlalu mudah
  • Sistem Reward yang minim

Apakah anda tertarik untuk mencoba game ini ? Bagikan komentar sahabat Gamerszola di kolom Comment.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here