Home BERITA PUBG Resmi Dilarang di India

PUBG Resmi Dilarang di India

219
0

Tidak dapat dipungkiri lagi jika game Player Unknown’s Battleground atau biasa disebut PUBG sangat terkenal, game yang bergenre battle royale & survival tersebut sudah menjadi permainan sehari-hari bagi para gamers dunia.

PUBG merupakan game yang diluncurkan secara resmi di Steam pada bulan Maret 2017, dan sudah mencatat rekor yang sangat memuaskan.

Setelah sukses dengan versi PC kemudian Tencent Games berinisiatif untuk membawa game ini ke versi mobile, dimana banyak sekali permintaan dari pecinta game dunia karena untuk memainkan PUBG versi PC maka pemain harus mempunyai spesifikasi PC yang cukup mumpuni, yang tentu saja akan sangat mahal.

Namun jika dibuatkan versi mobile maka hampir semua orang di dunia ini akan bisa memainkannya apalagi sekarang sudah jamannya gadget canggih.

Dan ternyata setelah meluncurkan versi mobile, PUBG semakin dikenal didunia, diketahui bahwa game ini sudah dimainkan sebanyak lebih dari 50 juta pengguna Android di seluruh dunia.

Namun dibalik kesuksesan game ini ternyata banyak juga dampak buruk yang disebabkan. Di India, tepatnya di kota Ahmedabad dan kota Rajkot baru-baru ini sekitar 10 pelajar dan 16 orang ditahan karena memainkan game ini.

Alasannya cukup sederhana, karena game ini membuat pemainnya lupa dengan waktu belajar, sehingga nilai rata-rata pelajar di India menjadi merosot.

Sebelumnya sudah muncul banyak sekali laporan tentang dampak negatif dari bermain game ini. Asosiasi Siswa di salah satu negara bagian India lah yang ingin agar game ini dilarang dimainkan. Nama dari Asosiasi Siswa tersebut adalah JKSA (Jammu dan Kashmir Students Association).

Menurut JKSA game ini membuat dampak candu layaknya narkoba dan mungkin bahkan lebih parah karena bisa membuat pemainnya 24 jam di smartphone dan hanya memainkan game tersebut tanpa melakukan apa-apa. Akibatnya nilai sekolah mereka memburuk terutama siswa kelas X dan XII.

Pemerintah wilayah Gujarat, India menerapkan peraturan yang melarang warganya untuk memainkan PUBG mulai dari 6 Maret 2019. Namun ternyata masih banyak sekali anak-anak muda yang tertangkap basah memainkan game ini.

Sementara itu Rohan Khaunte yang merupakan Menteri Teknologi Informasi di Goa, salah satu provinsi di India bahkan menyebut game PUBG sebagai ” a demon in every house ” atau ” Iblis di setiap rumah “, dan ia juga menilai harus ada regulasi atau undang-undang khusus yang menentukan batasan permainan PUBG di wilayah Goa.

Memang di India hal ini ditanggapi serius pasalnya sempat terjadi beberapa kasus terkait game ini, misalnya ada sebuah laporan dimana seorang pemain PUBG yang rela menelantarkan anak dan istrinya yang sedang hamil karena asyik bermain sepanjang hari, lalu juga ada kasus dimana seorang remaja berumur 18 tahun melakukan bunuh diri setelah orang tuanya menolak membelikan smartphone untuk bermain PUBG.

Bermain PUBG di India kini sudah menjadi tindakan kejahatan ringan yang membuat pemainnnya dapat berurusan dengan pihak kepolisian. Pemainnya yang bermayotitas para remaja tersebut kemudian akan dibebaskan dengan jaminan bahwa mereka tidak akan memainkan game tersebut lagi kedepannya. Hukuman maksimal yang dapat terjadi adalah pemain PUBG akan ditahan selama 1 bulan dan didenda.

Pelarangan juga terjadi di Mesir dimana parlemen disana sedang menyusun aturan untuk melarang PUBG dimainkan para pemuda, karena mengandung unsur kekerasan.

Menanggapi hal tersebut, pihak PUBG akhirnya mengambil tindakan, namun sejauh ini pihak PUBG masih berusaha memahami landasan hukum atas pelarangan tersebut dan berusaha menjalin diskusi. Mereka terkejut karena ternyata komunitas lokal di beberapa kota India sudah memutuskan untuk melarang permainan game PUBG.

Saat ini pihak PUBG dikatakan akan mencoba mengembangkan sistem permainan sehat di India.

Bagaimana tanggapan sahabat Gamerszola tentang hal ini? Jangan ragu untuk memberikan komentar sahabat pada kolom Comment.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here